Senin, 13 Februari 2012

Nafas-Nafas Nafsu
Djogjakarta, 22 November 2004

















Ketika kau tak tergapai oleh sadar indraku.
Alam mimpiku kan memelukmu dalam selimut-selimut tebal akan benang-benang kerinduan, dari sebuah pola tenunan jiwa.
Ketika kau tak tertangkap perasaan, kuserahkan rasa dan fikiranku pada kandungan malam, sebagai penghibaan dari rasa diri yang tersungkur dalam kubangan kesemena-menaan cinta.
Cinta yang terseok malu, malu pada rendahnya harga diri yang telah ditawarnya dengan setetes air kotor dari lapuknya lorong-lorong birahi.
Ketika nafsuku tercampur lemahnya perasaan yang kau tawarkan.
Kubiarkan seluruh ragaku melihat dan menikmati apa-apa yang tak mereka miliki dan ketahui.

Minggu, 12 Februari 2012

Kehidupan
Sumbawa Besar, 2009















Waktu semakin cepat berlalu, bagaikan topan yang membabi buta di malam gelap gulita, dan tak tampak lagi di keheningan pagi yang cerah.
Kehidupan tanpa rasa lelah dan tak pula ragu, meninggalkan setiap waktu dari diri makhluk yang memiliki dan dimiliknya.
Kehidupan hanyalah kehidupan, yang dimiliki oleh setiap makhluk, tanpa terbagi oleh bentuk, aroma, rasa, warna, indra, perasaan dan akal.
Kehidupan adalah materi bagi saudagar duniawi, sebuah kemenangan bagi para penguasa, sebuah keindahan untuk para seniman, sebuah anugerah untuk para pengabdi, sebuah penghianatan bagi makhluk-makhluk putus asa, sebuah kebencian untuk kaum lemah tertindas dan misteri bagi para pencinta.
Kehidupan adalah energi yang senantiasa tergenggam erat di setiap jari dan kepalan, selalu melekat erat di setiap tubuh dan kepala.
Menertawai setiap tindakan bodoh dan konyol, mencemooh semua kesalahan-kesalahan. bahkan mengumpat dan menghujat setiap kebusukan dan keangkuhan.
Kehidupan adalah aku, kamu, dia, mereka dan kalian. Letih, jenuh, marah dan kematian.
Alam Hati
Djogjakarta, 23,November 2004
















Honey...
Ketika kita kehilangan sebuah kesempatan, bukanlah berarti kita kehilangan segala-galanya.
Ketika kita terhempas oleh sebuah perasaan, tak berarti kita lemah dan kalah. Berbahagialah, karena kebahagiaan akan selalu datang pada jiwa yang tenang, dan kegundahan hati tak jarang mengikis perasaan.
Kesendirian tak berarti kehilangan. Karena rasa rasa kehilangan akan selalu menghampiri setiap sikap kedewasaan.
Dunia tercipta untuk mereka yang hidup dan mengerti kehidupan, sebagaimana cinta tumbuh untuk mereka yang memahami dan mengerti kasih sayang.
Bila sang dunia mendekapmu dalam kesedihan, jangan sempat berfikir untuk melepaskan diri dari rangkulannya. Karena dia mampu memberimu arti kehidupan dan segala hal yang tak kau dapatkan dari kesenangan dan kebahagiaan.
Bila kesedihanmu adalah cerita perpisahan, disitulah kau akan mengerti akan arti dari sebuah kenangan dan kebersamaan.
Bila kesedihanmu adalah segurat kesalahan, tanpa kau sadari kau telah melakukan kebenaran.
Dan bila kesedihanmu adalah drama kegagalan, jangan kau kotori ragamu dengan sebuah tangian, karena sesungguhnya engkau telah menang.
Tapi jika engkau terlanjur untuk menangis, menangislah! tapi jangan biarkan beningnya air matamu mengetahui bahwa ia adalah butir-butir penyesalan.
Honey...
Jangan pernah menengadah ke langit dan mengungkapkan seluruh isi jiwamu kapadanya, sementara engkau sendiri tak merasa sedang berada di bawahnya.
Manusia Embun
Djogjakarta, 19 Desember 2004















Perjalanan menemukan kebahagiaan bukanlah berarti perjalanan menuju kebahagiaan.
Kesengsaraan dalam menempuh kehidupan bukanlah berarti kesengsaraan untuk menemukan kebahagiaan.
Perjalananku bukanlah langkah, karena langkahku tak mampu menuntunku kealam kedewasaan hingga puncak takdir bagi hayatku.
Tujuanku bukanlah akhir, tapi awal, karena lenyapku tak berarti hilang, dan matiku adalah kehidupan.
Aku bukanlah sebuah kehidupan yang diciptakan hanya untuk santapan heningnya kematian.
Dan bukan pula sebuah ciptaan, karena sebuah jiwa tak akan mampu dijejaki oleh berbagai kreasi, dan tak diawali imajinasi.
... adalah sebongkah anugerah. Anugerah dari sepercik cahaya keagungan-Nya.
Bagiku, hidup bukanlah hanya sebuah kemenangan tanpa batas yang kita dapat dari persaingan medan telur suci.
Bagiku, kemenangan adalah bayangan kekalahan yang terus mendampingi setiap gerak raga.
Sehingga aku tak membutuhkan cahaya dunia untuk menyinari ruas jalanku.
Kemenangan itu kotor, apabila kekalahan tersungkur dari sebuah kewajaran.
Sedangkan kekalahan adalah sebuah keberhasilan yang tak membutuhkan seorang pemenang.
Jika kemenangan adlah helaan nafas, tak salah bila kekalahan adalah sebuah tarikan nafas.
Bila kemenangan adalah kekuasaan, bama itu adalah bayangan kepuasan bagi sebuah keputusasaan.
Dan bila kekalahan adalah angin perasaan, tak perlu menangis, karena air matamu bukanlah cahaya bulan yang mampu membeberkan segala rahasia malam.
Dan jangan sempat tertawa, karena tawamu tak seangkuh sang surya yang mampu menelanjangi bumi tanpa harus beranjak dari tempatnya.
Tapi jika kekalahan adalah air, rasakanlah, jadikan irama tetesannya sebagai degup jantungmu, dan buatlah agar setiap detik dari detaknya adalah embun.